Sabtu, 28 April 2018

Kepribadian

KEPRIBADIAN (Berjalan)
إِذَا مَشَى يَتَوَكَّأ
إِذَا مَشَى تَكَفَّأَ تَكَفُّؤًا كَأَنَّمَا انْحَطَّ مِنْ صَبَبٍ

Imam as-Suyûthi rahimahullah mengomentari cara berjalan “ahli ibadah” yang seperti itu. Katanya: “Perlu diketahui, tuntuntan agama tidaklah seperti itu. Yang tepat ialah tata cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, dilanjutkan oleh generasi Salafush-Shalih. Sungguh, penghulu generasi terdahulu dan generasi belakangan (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam), jika berjalan, mereka berjalan dengan tegap seolah-olah berjalan dari arah ketinggian.”

Ada sebuah kisah menarik. Adalah asy-Syifâ` binti ‘Abdillah pernah menyaksikan sejumlah pemuda yang berjalan dengan lambat, maka ia pun melontarkan : “Siapakah mereka itu?” Orang-orang menjawab : “Mereka adalah para ahli ibadah,” maka beliau menimpali: “Dulu, demi Allah, Jika Umar berbicara, suaranya terdengar. Jika berjalan, ia cepat. Dan beliau itulah (contoh) ahli ibadah sebenarnya”.

KEPRIBADIAN (Berbicara)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا ۚ وَكَانَ عِندَ اللَّهِ وَجِيهًا (69) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam”[2]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Barang siapa saja yang menjamin bagiku (terjaganya) sesuatu yang berada di antara dua tulang rahangnya (lidahnya) dan sesuatu yang berada di antara dua tulang selangkangannya (kemaluannya), aku menjamin surga baginya.

Sahabat Anas Radhiyallahu anhu pernah menceritakan:
Aku tidak pernah menyentuh kain sutra yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah. Aku tidak pernah mencium aroma yang lebih wangi dari aroma (tubuh) Rasulullah. Selama sepuluh tahun aku membantu Rasulullah, beliau tidak pernah berkata kepadaku “Uh”. Beliau tidak pernah mengomentari terhadap apa yang aku kerjakan dengan berkata “Kenapa kamu lakukan?” Dan (beliau) tidak pernah berkomentar tentang sesuatu yang tidak kukerjakan dengan perkataan “Kenapa tidak engkau kerjakan (saja)?”

KEPRIBADIAN(rapi)
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1)
Ayat ini saya baca pas bangun tidur, masih selimutan.. :)
 قُمْ فَأَنذِرْ (2)
Sadarlah, tobatlah, syammir, semangat, rajinlah ibadah, ajak orang lain sekitar.
 وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3)
Sholat awal waktu, konsisten.
 وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4)
Pakaian bersihin, rapihin, wangiin.
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)
Jauhin hal harom, makruh, hal yg ga pantes.
 وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ (6)
Ikhlash beramal, beribadah, bekerja, qana'ah.
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)
Terus hanya karna Allah SWT, sabarlah menghadapi segalanya: keluarga, kerjaan, atasan, bawahan, rival, client, customers.

KEPRIBADIAN(Tepat Waktu)
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud  bertanya pada Rasulullah SAW: " Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?", Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya".dst
(Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Ahmad, Dârul Quthni dan yang lainnya.)

Hadis shalat pada awal waktu adalah hadis terbanyak yang terdapat dalam kitab-kitab hadis dibanding dengan hadis-hadis lain.

Kenyataan ini cukup menarik hingga Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" nya menukil perkataan Ibnu Bazizah bahwa "Kesabaran untuk menjaga shalat dan melaksanakannya tepat waktu adalah pekerjaan yang terus dilakukan secara berulang-ulang hingga hanya orang yang benar-benar bertakwalah yang dapat terus menjaganya".
Be On Time Person.

KEPRIBADIAN(Pertahanan terbaik adalah "Menyerang")
Yaitu dengan banyak berbagi ilmu agama, banyak menasihati, memberi uswah hasanah.

قال الشافعي لما سرت إلى المدينة ولقيت مالكاً وسمع كلامي نظر إلي ساعة وكانت له فراسة ثم قال لي ما اسمك؟ قلت محمد.
قال يا محمد اتق الله واجتنب المعاصي فإنه سيكون لك شأن من الشأن.

اللهم ربنا يا أرحم الراحمين.... بالتوفيق

Tidak ada komentar:

Posting Komentar